<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hamba22</title>
	<atom:link href="http://hamba22.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hamba22.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Dec 2008 12:05:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hamba22.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hamba22</title>
		<link>http://hamba22.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hamba22.wordpress.com/osd.xml" title="Hamba22" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hamba22.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perhitungan SUBNETTING</title>
		<link>http://hamba22.wordpress.com/2008/09/11/perhitungan-subnetting/</link>
		<comments>http://hamba22.wordpress.com/2008/09/11/perhitungan-subnetting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 13:12:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamba22</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hamba22.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Perhitungan SUBNETTING !! by: suwito.web.id Pada tulisan saya sebelumnya sudah dibahas tentang pengertian dari subnetting dan manfaat kita melakukan subnetting. Kali ini saya akan mencoba untuk membahas bagaimana melakukan subnetting. Saya akan menunjukkan bagaimana melakukan subnet pada sebuah network dengan menggunakan metode binary dan kemudian melihat cara yang lebih gampang untuk melakukan hal yang sama. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamba22.wordpress.com&amp;blog=1694487&amp;post=18&amp;subd=hamba22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Perhitungan SUBNETTING !!</h2>
<address>by: suwito.web.id<br />
</address>
<p align="justify">Pada <a href="http://suwito.web.id/me/2007/12/11/pengkabelan-jaringan/">tulisan saya sebelumnya</a> sudah dibahas tentang pengertian dari subnetting dan manfaat kita melakukan subnetting. Kali ini saya akan mencoba untuk membahas bagaimana melakukan subnetting. Saya akan menunjukkan bagaimana melakukan subnet pada sebuah network dengan menggunakan metode binary dan kemudian melihat cara yang lebih gampang untuk melakukan hal yang sama.<br />
Konsep subnetting sebetulnya melingkupi pertanyaan-pertanyaan berikut:</p>
<ul>
<li>Berapa banyak subnet yang bisa dihasilkan sebuah subnet mask?</li>
<li>Berapa banyak host yang valid pada setiap subnet?</li>
<li>Subnet-subnet mana saja yang valid?</li>
<li>Mana yang termasuk broadcast address untuk setiap subnet.</li>
<li>Host-host mana saja yang valid untuk setiap subnet.</li>
</ul>
<p align="justify"><strong>Subnetting Pada Alamat Kelas C</strong></p>
<p align="justify">Pada alamat kelas C, hanya tersedia 8 bit untuk mendefinisikan host. Subnet mask kelas C yang mungkin adalah sebagai berikut :</p>
<p align="justify">Binary;Desimal;            Singkatan</p>
<p align="justify">10000000;    128;                        /25    (tidak valid)<br />
11000000;             192;                        /26<br />
11100000;             224;                        /27<br />
11110000;              240;                       /28<br />
11111000;              248;                        /29<br />
11111100;              252;                         /30<br />
11111110;                254;                         /31    (tidak valid)</p>
<p align="justify">Untuk contoh perhitungan subnetting, saya menggunakan 255.255.255.192</p>
<p align="justify">192 = 11000000</p>
<p align="justify">Pada bilangan binary diatas (11000000), bit 1 mewakili bit-bit subnet dan bit 0 mewakili bit-bit host yang tersedia pada setiap subnet. 192 memberikan 2 bit untuk subnetting dan 6 bit untuk mendefinisikan host pada masing-masing subnet.</p>
<p align="justify">Apa saja subnet-subnetnya? Karena bit-bit subnetnya tidak boleh semuanya off (bernilai 0 semua) atau on (bernilai 1 semua) pada saat yang bersamaan, maka ada 2 subnet mask yang valid.</p>
<p align="justify">01000000 = 64<br />
10000000 = 128</p>
<p align="justify">Alamat dari host yang valid akan didefinisikan sebagai nomor-nomor diantara subnet-subnet tersebut, dikurangi dengan dua nomor; 1)nomor yang semua bit host bernilai 0 (off) dan, 2) nomor dengan bit host bernilai 1 (on).</p>
<p align="justify">Untuk menentukan host-host ini, pertama kita harus menentukan subnet dengan membuat semua bit host off, lalu membuat semua bit host on untuk mencari alamat broadcast untuk subnet tersebut. Host yang valid harus berada diantara kedua nomor atau alamat tersebut.</p>
<p align="justify"><em>Subnet 64</em><br />
01000000 = 64 (Network)<br />
01000001 = 65        (Host pertama yang valid)<br />
01111110 = 126        (Host terakhir yang valid)<br />
01111111 = 127         (Broadcast)</p>
<p align="justify"><em> Subnet 128</em><br />
10000000 = 128    (Network)<br />
10000001 = 129    (Host pertama yang valid)<br />
10111110 = 191    (Host terakhir yang valid)<br />
10111111 = 192    (Broadcast)</p>
<p align="justify">Mungkin kelihatan agak rumit yah, sekarang kita coba cara cepat dan gampang untuk menghitung subnet. Pada bagian ini penting sekali untuk menghafalkan hasil-hasil pemangkatan angka 2.<br />
Berikut cara cepatnya :</p>
<ul>
<li>
<p align="justify">Jumlah subnet : 2^x – 2 = jumlah subnet. X adalah jumlah bit 1 disubnet mask. Contoh disubnet mask 11000000, jumlah bit 1 ada 2, maka jumlah subnet 2^2 – 2 = 2 subnet.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Jumlah Host : 2^y – 2 = jumlah host persubnet. Y adalah jumlah bit dibagian host atau bit 0. Contoh disubnet mask 11000000, jumlah bit 0 ada 6, maka jumlah host persubnet adalah 2^6 – 2 = 62 host.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Subnet yang valid : 256 – subnet mask = ukuran blok atau bilangan dasar. Contoh, 256 – 192 = 64. Maka 64 adalah blok size dan subnet pertama adalah 64. Subnet berikutnya adalah bilangan dasar ditambah dirinya sendiri, atau 64 + 64 = 128 (sebnet kedua). Teruslah ditambah bilangan dasar pada dirinya sendiri mencapai nilai dari subnet mask, yang bukan merupakan subnet yang valid karena semua bit-nya adalah 1 (on).</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Alamat broadcast untuk setiap subnet : Alamat broadcast adalah semua bit host dibuat menjadi 1, yang mana merupakan nomor yang berada tepat sebelum subnet berikutnya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Host yang valid : Host yang valid adalah nomor diantara subnet-subnet dengan menghilangkan semua 0 dan semua 1.</p>
</li>
</ul>
<p align="justify">Sampai disini gimana…? Masih belum paham…?<br />
OK. Untuk memuaskan hasrat narsis Anda (hehehe), saya akan memberikan beberapa contoh soal.</p>
<p align="justify"><em>Alamat network = 192.168.10.0; subnet mask = 255.255.255.240;</em></p>
<ul>
<li>Jumlah Subnet ? 240 = 11110000 dalam binary, 2^4 -2 = 14 subnet yang valid.</li>
<li>Host ? bit host = 2^4 – 2 = 14 host yang valid.</li>
<li>
<p align="justify">Subnet yang valid ? 256 – 240 = 16; 16 + 16 = 32; 32 + 16 = 48; 48 + 16 = 64; 64 + 16 = 80; 80 + 16 = 96; 96 + 16 = 112; 112 + 16 = 128; 128 + 16 = 144; 144 + 16 = 160; 160 + 16 = 176; 176 + 16 = 192; 192 + 16 = 208; 208 + 16 = 224; 224 + 16 = 240; stop. Nah,,, subnet yang valid adalah 16, 32, 64, 80, 96, 112, 128, 144, 160, 176, 192, 208, 224. 240 tidak termasuk karena sudah merupakan subnet masknya kita.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Alamat broadcast tiap subnet ? Selalunya adalah nomor yang terletak sebelum subnet berikutnya.</p>
</li>
<li>Host yang valid ? Nomor yang terletak antara subnet dan alamat broadcast.</li>
</ul>
<p><em>Alamat network = 192.168.20.0; subnet mask = 255.255.248.0;</em></p>
<ul>
<li>Jumlah subnet ? 248 = 11111000 dalam binary, 2^5 – 2 = 30 subnet.</li>
<li>Host yang valid ? 2^3 – 2 = 6 host.</li>
<li>
<p align="justify">Subnet yang valid ? 256 – 248 = 8; 8 + 8 = 16; 16 + 8 = 24; dan seterusnya dimana hasilnya ditambahkan dengan dirinya sendiri dan berhenti sampai 248. Itulah subnet yang valid.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Alamat broadcast ? Pasti nomor yang terletak sebelum subnet berikut.</p>
</li>
<li>Host yang valid ? Nomor yang terletak antara subnet dan alamat broadcast.</li>
</ul>
<p><em>Alamat node = 192.168.10.33; subnet mask = 255.255.255.224;</em></p>
<p align="justify">Untuk mengerjakan soal seperti ini sangatlah gampang. Pertama, tentukan subnet dan alamat broadcast dari alamat-alamat IP diatas. Kita dapat melakukannya dengan menjawab pertanyaan nomor 3 dari kelima pertanyaan besar tadi (subnet manakah yang valid?). 256 – 224 = 32; 32 + 32 = 64. Nah… alamat node 192.168.10.33 berada diantara dua subnet dan pasti merupakan bagian dari subnet 192.168.10.32. Subnet berikutnya yaitu 64, jadi alamat broadcast yaitu 63 (ingat… bahwa alamat broadcast dari sebuah subnet selalu nomor yang berada tepat sebelum subnet berikutnya). Range host yang valid adalah 33 – 62.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Nah.. mudah bukan ??? saya akan melanjutkannya dengan perhitungan subnetting untuk Kelas B dan Kelas A.</p>
<p align="justify"><span id="more-18"></span></p>
<p align="justify"><!--more--></p>
<p align="justify">Berikutnya kita akan coba melakukan subnetting untuk IP Address class A dan IP Address class B. Pada dasarnya sama saja dengan melakukan subnetting pada IP Address class C.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><em><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B</strong></em></p>
<p align="justify">Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.</p>
<p align="justify">
<p style="text-align:center;" align="justify"><a title="22.gif" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/22.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/22.gif" alt="22.gif" /></a></p>
<p align="justify">Sekarang kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.</p>
<p align="justify">Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).</p>
<p align="justify">Penghitungan:</p>
<ul>
<li>Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet</li>
<li>Jumlah Host per Subnet = 2y &#8211; 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 &#8211; 2 = 16.382 host</li>
<li>Blok Subnet = 256 &#8211; 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.</li>
<li>Alamat host dan broadcast yang valid?</li>
</ul>
<p style="text-align:center;" align="justify"><a title="23.gif" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/23.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/23.gif" alt="23.gif" /></a></p>
<p align="justify">Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.</p>
<p align="justify">Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).</p>
<p align="justify">Penghitungan:</p>
<ul>
<li>Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet</li>
<li>Jumlah Host per Subnet = 27 &#8211; 2 = 126 host</li>
<li>Blok Subnet = 256 &#8211; 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)</li>
<li>Alamat host dan broadcast yang valid?</li>
</ul>
<p style="text-align:center;" align="justify"><a title="24.gif" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/24.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/24.gif" alt="24.gif" /></a></p>
<p align="justify"><em><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A</strong></em></p>
<p align="justify">Kalau sudah mantap dan paham benar, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.</p>
<p align="justify">Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.</p>
<p align="justify">Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).</p>
<p align="justify">Penghitungan:</p>
<ul>
<li>Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet</li>
<li>Jumlah Host per Subnet = 216 &#8211; 2 = 65534 host</li>
<li>Blok Subnet = 256 &#8211; 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, dan seterusnya.</li>
<li>Alamat host dan broadcast yang valid?</li>
</ul>
<p style="text-align:center;" align="justify"><a title="25.gif" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/25.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/25.gif" alt="25.gif" /></a></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x &#8211; 2</p>
<p>Sumber :<br />
Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hamba22.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hamba22.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamba22.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamba22.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamba22.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamba22.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamba22.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamba22.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamba22.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamba22.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamba22.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamba22.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamba22.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamba22.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamba22.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamba22.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamba22.wordpress.com&amp;blog=1694487&amp;post=18&amp;subd=hamba22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamba22.wordpress.com/2008/09/11/perhitungan-subnetting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/025792dc9028613076598e45d120a4b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hamba22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/22.gif" medium="image">
			<media:title type="html">22.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/23.gif" medium="image">
			<media:title type="html">23.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/24.gif" medium="image">
			<media:title type="html">24.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/25.gif" medium="image">
			<media:title type="html">25.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TCP/IP</title>
		<link>http://hamba22.wordpress.com/2008/09/11/tcpip-2/</link>
		<comments>http://hamba22.wordpress.com/2008/09/11/tcpip-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 10:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamba22</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamba22.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Konsep TCP/IP by : suwito.web.id Dalam konsep komunikasi data suatu jaringan komputer, ada mekanisme pengiriman data dari komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan benar ke komputer yang dituju. Tentunya dalam proses pengiriman yang terjadi tidak semudah yang dipikirkan. Alasan pertama, komputer tujuan berada jauh dari komputer sumber sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamba22.wordpress.com&amp;blog=1694487&amp;post=15&amp;subd=hamba22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Konsep TCP/IP</h2>
<p>by : suwito.web.id</p>
<p>Dalam konsep komunikasi data suatu jaringan komputer, ada mekanisme pengiriman data dari komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan benar ke komputer yang dituju. Tentunya dalam proses pengiriman yang terjadi tidak semudah yang dipikirkan. Alasan pertama, komputer tujuan berada jauh dari komputer sumber sehingga paket data yang dikirimkan bisa saja hilang atau rusak di tengah jalan. Alasan lainnya, mungkin komputer tujuan sedang menunggu/mengirimkan paket data dari/ke komputer yang lain. Tentunya paket data yang akan dikirimkan diharapkan sampai dengan tepat tanpa terjadi kerusakan. Untuk mengatur mekanisme komunikasi data tersebut dibutuhkan pengaturan proses pengiriman data yang dikenal sebagai protocol. Protokol di sini adalah sebuah perangkat lunak yang melekat pada setiap sistem operasi tertentu.</p>
<p>TCP/IP (singkatan dari “Transmission Control Protocol”) adalah sekumpulan protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada jaringan komputer. TCP/IP terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. Kesimpulannya, TCP/IP inilah yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu jaringan.</p>
<p>TCP/IP dapat diterapkan dengan mudah di setiap jenis komputer dan inteface jaringan, karena sebagian besar isi kumpulan protokol ini tidak spesifik terhadap satu komputer atau peralatan jaringan tertentu. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan empat layer TCP/IP, sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p style="text-align:center;"><a title="PengenalanTCP-01" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-1.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-1.gif" alt="PengenalanTCP-01" /></a></p>
<p>Gambar di atas mengambar model TCP/IP terdiri atas empat lapis kumpulan protokol yang bertingkat. Keempat lapisan layer tersebut adalah :</p>
<ul>
<li><em><strong> Lapisan Network</strong></em><br />
Lapisan Network bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, serat optik atau gelombang radio. Karena tugasnya ini, protokol pada layer ini harus mampu menterjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang di mengerti oleh komputer, yang berasal dari peralatan lain yang sejenis.</li>
<li><strong><em>Lapisan Internet</em></strong><br />
Lapisan Internet bertanggung jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Pada layer ini terdapat tiga macam protokol, yaitu IP, ARP, dan ICMP. IP (Internet Protocol) berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. ARP (Address Resulotion Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk menemukan alamat hardaware dari host/komputer yang terletak pada network yang sama. Sedangkan ICMP (Internet Control Massage Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan dan melaporkan kegagalan pengiriman data.</li>
<li> Lapisan Transport<br />
Layer Transport, berisi protokol yang bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Pada lapisan Transport menggunakan Acknowledgement positif dan Acknowledgement negative pada aliran datanya. Acknowlegment positif akan memberitahukan pesan apabila data yang di transferkan telah sampai sedangkan Acknowledgement negative jika paket yang ditransfer tidak sampai ke tujuan maka akan terjadi pengiriman ulang. Kedua protokol tersebut ialah TCP (Transmission Control Protokol) dan UDP (User Datagram Protocol).</li>
<li> Lapisan Aplikasi<br />
Layer teratas adalah Aplication Layer. Pada layer inilah terletak semua aplikasi yang menggunakan protokol TCP/IP misalnya http, ftp, telnet, smpt dan lain sebagainya.</li>
</ul>
<p><strong>IP Addressing</strong><br />
IP address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada host dari suatu komputer. Dengan adanya IP address masing-masing host dapat terhubung dan saling bertukar informasi melalaui media transmisi kabel seperti UTP, koaksil atau fiber optic. Sebagai contoh sederhana, jika sebuah surat akan dikirimkan/ ditujukan ke orang lain maka surat tersebut harus dilengkapi dengan alamat lengkap si penerima. Tentu juga alamat si pengirim perlu dicantumkan untuk memudahkan penerima dari mana datangnya surat tersebut. Jika alamat si penerima tidak lengkap misalnya tidak ada nomor rumah, tidak di cantumkan nama penerima maka surat tersebut dipastikan tidak akan sampai.<br />
IP address adalah sekelompok bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian yang masing-masing bagian itu terdiri dari 8 bit, angka pada masing-masing bit tersebut adalah angka 1 dan 0. misalnya : 11000111. Nilai paling besar dari biner 8 bit adalah 255, angka 255 ini dihitung dari bilangan biner 2 berpangkat.<br />
Misalnya :<br />
11111111	=	27 + 26 + 25 + 24 + 23 + 22 + 21 + 20<br />
=	128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1<br />
=	255<br />
Dengan demikian IP address yang terdiri dari 4 bagian bilangan 8 bit maka nilai terbesar IP address tersebut adalah<br />
11111111.11111111.11111111.11111111 atau 255.255.255.255.255<br />
Untuk memudahkan kita dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP maka umumnya penamaan yang digunakan adalah berdasarkan bilangan desimal.<br />
IP address dibagi menjadi kelas-kelas yang masing-masing mempunyai kapasitas jumlah IP yang berbeda-beda. IP address terdiri dari dua bagian yaitu bagian network ID dan host ID. Network ID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada sedangkan host ID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, Network ID seperti nama jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumah di jalan tersebut.<br />
Kelas-kelas IP address adalah sebagai berikut :<br />
<em><br />
Kelas A</em><br />
IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama berikan angka 0 sampai dengan 127.</p>
<p>Karakteristik IP Kelas A<br />
Format	: 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH<br />
Bit Pertama	: 0<br />
NetworkID	: 8 bit<br />
HostID	: 24 bit<br />
Bit Pertama	: 0 -127<br />
Jumlah	: 126 (untuk 0 dan 127  dicadangkan)<br />
Range IP	: 1.x.x.x – 126.x.x.x<br />
Jumlah IP	: 16.777.214<br />
Misalnya IP address 120.31.45.18 maka<br />
Network ID	= 120<br />
HostID		= 31.45.18<br />
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120</p>
<p><em> Kelas B</em><br />
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 128 – 191.</p>
<p>Karakteristik IP Kelas B<br />
Format	: 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH<br />
Bit Pertama	: 10<br />
NetworkID	: 16 bit<br />
HostID	: 16 bit<br />
Bit Pertama	: 128 -191<br />
Jumlah	: 16.384<br />
Range IP	: 128.1.x.x – 191.155.x.x<br />
Jumlah IP	: 65.532<br />
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka<br />
Network ID	= 150.70<br />
HostID		= 60.56<br />
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70</p>
<p>Kelas C<br />
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 192 – 223.</p>
<p>Karakteristik IP Kelas C<br />
Format	: 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH<br />
Bit Pertama	: 110<br />
NetworkID	: 24 bit<br />
HostID	: 8 bit<br />
Bit Pertama	: 192 &#8211; 223<br />
Jumlah	: 16.384<br />
Range IP	: 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x<br />
Jumlah IP	: 254 IP<br />
Misalnya IP address 192.168.1.1 maka<br />
Network ID	= 192.168.1<br />
HostID		= 1<br />
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1<br />
Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namum kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal namum digunakan untuk IP multicasting dan untuk experimental.</p>
<p><strong> Prinsip Kerja TCP</strong><br />
TCP mempunyai prinsip kerja seperti “virtual circuit” pada jaringan telepon. TCP lebih mementingkan tata-cara dan keandalan dalam pengiriman data antara dua komputer dalam jaringan. TCP tidak peduli dengan apa-apa yang dikerjakan oleh IP, yang penting adalah hubungan komunikasi antara dua komputer berjalan dengan baik. Dalam hal ini, TCP mengatur bagaimana cara membuka hubungan komunikasi, jenis aplikasi apa yang akan dilakukan dalam komunikasi tersebut (misalnya mengirim e-mail, transfer file, dsb.) Di samping itu, juga mendeteksi dan mengoreksi jika ada kesalahan data. TCP mengatur seluruh proses koneksi antara satu komputer dengan komputer yang lain dalam sebuah jaringan komputer.<br />
Berbeda dengan IP yang mengandalkan mekanisme connectionless pada TCP mekanisme hubungan adalah connection oriented. Dalam hal ini, hubungan secara logik akan dibangun oleh TCP antara satu komputer dengan komputer yang lain. Dalam waktu yang ditentukan komputer yang sedang berhubungan harus mengirimkan data atau acknowledge agar hubungan tetap berlangsung. Jika hal ini tidak sanggup dilakukan maka dapat diasumsikan bahwa komputer yang sedang berhubungan dengan kita mengalami gangguan dan hubungan secara logik dapat diputus.<br />
Hal yang cukup penting untuk dipahami pada TCP adalah port number. Port number menentukan servis yang dilakukan oleh program aplikasi diatas TCP. Nomor-nomor ini telah ditentukan oleh Network Information Center dalam Request For Comment (RFC) 1010 [10]. Sebagai contoh untuk aplikasi File Transfer Protokol (FTP) diatas transport layer TCP digunakan port number 20 dan masih banyak lagi.<br />
Prinsip kerja dari TCP berdasarkan prinsip client-server. Dimana server adalah program pada komputer yang secara pasif akan mendengarkan (listen) port number yang telah ditentukan pada TCP. Sedang client adalah program yang secara aktif akan membuka hubungan TCP ke komputer server untuk meminta servis yang dibutuhkan.<br />
Awalnya suatu paket dengan SYN-flag dikirim ke IP tujuan, tujuan akan memberikan respon dengan suatu ACK(SYN) flag atau suatu paket dengan RST-flag. SYN singkatan dari SYN-(synchronisation), yang digunakan untuk ‘memberitahukan’ komputer tujuan suatu permintaan melakukan koneksi, kalau diterima, maka permintaan tersebut akan dijawab dengan suatu paket ACK(SYN) flag. ACK singkatan dari ACK-(Acknowledgement). Setelah menerima paket dengan ACK(SYN) flag, komputer mengirim kembali suatu ACK memberitahukan host lain bahwa koneksi telah dibuat. Hal ini kita sebut sebagai “Three-Way-Handshake”. Jika koneksi telah dibuat dan salah satu host ingin melakukan disconnect, akan dikirim suatu paket dengan FIN-flag diaktifkan. (FIN singkatan dari FINish). Tabel ini akan membuat hal ini lebih jelas:</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a title="PengenalanTCP-02" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-2.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-2.gif" alt="PengenalanTCP-02" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hamba22.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hamba22.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamba22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamba22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamba22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamba22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamba22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamba22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamba22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamba22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamba22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamba22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamba22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamba22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamba22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamba22.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamba22.wordpress.com&amp;blog=1694487&amp;post=15&amp;subd=hamba22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamba22.wordpress.com/2008/09/11/tcpip-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/025792dc9028613076598e45d120a4b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hamba22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">PengenalanTCP-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">PengenalanTCP-02</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
